
Yep inilah prosessor 4 inti pertamaku, AMD Phenom 9500. Memang banyak kabar kurang sedap mengenai produk awal 4 inti ini. Tapi itu tidak masalah bagiku, karena harganya masih aku anggap wajar untuk dapat mencicipi sebuah prosessor 4 inti. Phenom 9500 memiliki clock speed 2.2 Ghz dan merupakan prosessor 4 inti pertama yang didesain secara native quad core. Berbeda dengan generasi awal quad core dari intel yg hanya menggabungkan 2 prosessor dual dalam 1 die.
Masing-masing inti memiliki L1 cache sebesar 64KB dan 512KB L2 cache (2MB L2 Cache dan 512KB L1 cache untuk totalnya per prosessor). Antara L1 dan L2 cache ini dihubungan dengan lebar memori interface sebesar 256 bits. Untuk mendongkrak kinerja, memory controller dioptimalkan agar sepenuhnya dapat memberdayakan bandwith memori DDR2 hingga kecepatan 1066Mhz. Phenom juga sudah mendukung HyperTransport 3.0.
Phenom adalah prosessor AMD pertama yang menggunakan socket AM2+. Walau begitu, Phenom juga kompatibel dengan motherboard dengan soket AM2, hanya saja tidak akan mendapatkan keuntungan dari teknologi HyperTransport 3.0. Phenom diproduksi dengan teknologi manufaktur 65-nm dengan SOI. Didalamnya tertanam sekitar 450 juta transistor pada sebuah die dengan ukuran 285 milimeter persegi. Phenom memiliki TDP sebesar 95W.
Dengan tertanamnya 4 inti didalam Phenom, maka konsumsi daya menjadi perhatian penting dari AMD. Untuk mengurangi konsumsi daya, maka 4 inti Phenom dapat berjalan pada kecepatan dan voltase masing-masing secara independen. Artinya apabila kita menjalankan sebuah aplikasi "single-threaded" yang hanya menggunakan 1 inti, maka 3 inti yang lain akan berjalan pada kecepatan terendahnya begitu pula dengan voltasenya. Memory controller juga akan bekerja serupa dengan menurunkan penggunaan daya secara dinamis.
Ya begitulah data teknis Phenom 9500, dalam waktu dekat aku akan menguji kinerjanya (benchmark). Aku harap kinerjanya sesuai dengan ekspektasiku...
Masing-masing inti memiliki L1 cache sebesar 64KB dan 512KB L2 cache (2MB L2 Cache dan 512KB L1 cache untuk totalnya per prosessor). Antara L1 dan L2 cache ini dihubungan dengan lebar memori interface sebesar 256 bits. Untuk mendongkrak kinerja, memory controller dioptimalkan agar sepenuhnya dapat memberdayakan bandwith memori DDR2 hingga kecepatan 1066Mhz. Phenom juga sudah mendukung HyperTransport 3.0.
Phenom adalah prosessor AMD pertama yang menggunakan socket AM2+. Walau begitu, Phenom juga kompatibel dengan motherboard dengan soket AM2, hanya saja tidak akan mendapatkan keuntungan dari teknologi HyperTransport 3.0. Phenom diproduksi dengan teknologi manufaktur 65-nm dengan SOI. Didalamnya tertanam sekitar 450 juta transistor pada sebuah die dengan ukuran 285 milimeter persegi. Phenom memiliki TDP sebesar 95W.
Dengan tertanamnya 4 inti didalam Phenom, maka konsumsi daya menjadi perhatian penting dari AMD. Untuk mengurangi konsumsi daya, maka 4 inti Phenom dapat berjalan pada kecepatan dan voltase masing-masing secara independen. Artinya apabila kita menjalankan sebuah aplikasi "single-threaded" yang hanya menggunakan 1 inti, maka 3 inti yang lain akan berjalan pada kecepatan terendahnya begitu pula dengan voltasenya. Memory controller juga akan bekerja serupa dengan menurunkan penggunaan daya secara dinamis.
Ya begitulah data teknis Phenom 9500, dalam waktu dekat aku akan menguji kinerjanya (benchmark). Aku harap kinerjanya sesuai dengan ekspektasiku...





2 komentar:
Apakah Phenom ada padanannya dari produk Intel?
Phenom 9500 bersaing dengan Intel Core 2 Quad Q6600
Post a Comment