Tuesday, September 09, 2008

Permainan Anak-anak


Dalam beberapa hari ini aku dekat sekali dengan anak-anak. Kami bersama dari pagi sampai siang, bahkan hingga malam hari. Kami bermain, tertawa, saling ejek, saling bantu hingga saling tembak. Menembak pun tidak tanggung-tanggung, kami selalu berusaha menembak kepala lawan tanpa ampun..Headshot!!!

Yup...kami bermain game Counter Strike bersama-sama. Bersama anak-anak SD hingga SMP. Aku kagum dengan mereka. Betapa mereka cepat sekali menguasai game tersebut. Rata-rata mereka hanya butuh main 2 hingga 3 jam, dan mereka pun mahir mengendalikan jagoan mereka. Tidak hanya Counter Strike yang mereka mainkan, tetapi juga Seal Online, Rising Force (RF) Online yang masing-masing bergenre Massive Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG).

Aku jadi ingat di masa kecilku dulu, video game yang bergenre Role Playing Game hanyalah Zelda. Itupun item-item yang digunakan hanya sedikit dan kombinasi itemnya sangat minim. Masa kecilku dulu seumuran mereka, aku bersama teman-teman lebih banyak menghabiskan waktu bermain permainan tradisional. Permainan yang bersifat murah, massal dan lebih banyak mengandalkan aktivitas fisik. Bermain petak umpet, Ular Naga, Benteng, Kelereng, Gobak Sodor, Wayang, Lompat tali karet, Asin (taplak meja) dan permainan mengasyikan lainnya. Sekarang sangatlah langka menyaksikan segerombolan anak-anak berlarian mengejar layang-layang yg putus. Sekarang yang kusaksikan adalah mereka berlarian berebut PC yang kosong pada Game Center. Mereka bergerak, berlari, menjelajah, memukul dan berperang. Bergerak aktif dan dinamis, walaupun sejatinya mereka hanya duduk diam. Karena yang bergerak adalah karakter-karakter yang mereka mainkan di dunia maya, dunia digital, video games.

Zaman memang sudah berkembang sedemikian pesat, permainan anak-anak sekarang semakin canggih. Namun aku merindukan permainan tradisionalku dulu. Mungkinkah kelak anak-anakku akan memainkannya?