
Berawal dari pertama mengenal dunia internet di medio 1998. Warnet-warnet di jogja kerap disambangi hanya untuk sekedar browsing sana-sini dan mengecek email, mengenal chatting, web design hingga jualan di internet. Walau uang kiriman bulanan terbatas tetapi uang untuk nge-net ini selalu mendapat perhatian khusus di manajemen keuangan pribadi, alias memiliki post sendiri. Belum genap setahun kenal internet, terhubung ke dunia maya ini sudah menjadi kebutuhan atau lebih tepatnya kecanduan internet.
Sering dulu setiap memasuki sebuah warnet, yang terlintas dibenak adalah “kapan ya bisa punya warnet sendiri?” atau “enaknya punya warnet sendiri, kalo punya ntar bikin tempatnya yang nyaman ah..” dan selentingan suara hati sejenis kerap bergema. Gema ini terus bergaung, hingga menjadi sebuah keinginan yang menggebu untuk bisa segera diwujudkan. Sewaktu mudik ke kota kelahiran, keinginan tersebut selalu membuncah. Namun prioritas menyelesaikan kuliah selalu membuat keinginan tersebut menjadi deposit saja di bank impian penulis. Tetapi yang pasti deposit ini terus berbunga setiap bertambahnya tahun.
Lulus kuliah pun tiba. Ternyata deposit impian penulis tidak hanya itu saja. Keinginan membuka toko komputer ternyata lebih besar nilai depositnya. Selain itu faktor pendukungnya lebih visible untuk segera diwujudkan. Maka toko komputer nan sederhana pun didirikan tanpa ingat dengan jelas kapan hari lahirnya, Max Computer pun lahir. Sempat juga mendirikan usaha patungan berupa rental computer yang akhirnya bubar karena masalah internal, memberikan warna tersendiri dalam pelajaran berbisnis penulis. Fokus dan konsisten (Istiqomah) dalam awal-awal usaha adalah sangat penting. Empat tahun berusaha konsisten menjalankan bisnis dengan berbasis kompetensi dan kepercayaan adalah tidak mudah. Namun perjuangan selalu membuahkan hasil tentunya dan juga dengan skalanya tersendiri.
Rupanya perjalanan waktu tersebut mungkin memang waktu yang dibutuhkan untuk deposit impian penulis sebelumnya, yaitu mendirikan warnet sendiri. Pada waktu itu faktor-faktor pendukungnya pun datang dengan sendirinya. Dengan keyakinan beserta dorongan orang-orang dekat yang juga menjadi partner usaha, maka lahirlah Mimo Internet Café. Tentu saja kali ini waktu lahirnya dicatat dan diabadikan, 4 April 2008. Kenapa namanya Mimo? Penulis sendiri tidak tahu, nama ini hanya hinggap dan kemudian mengendap di benak penulis. Setali tiga uang dengan nama Max Computer.
Perjalanan Mimo setahun ini bisa dikatakan tidak mudah. Sempat pada tahap awal konfigurasi networking dan router, penulis dengan dibantu ponakan kesulitan dalam mengerjakan setingan. Selama seminggu terjebak dalam hal tersebut, padahal perangkat lain sudah siap dioperasikan. Namun pertolongan pun datang dari seorang teman dan masalah konfigurasi pun terselesaikan dengan baik. Masalah penambahan daya listrik juga cukup menunda waktu. Sekali lagi masalah ini juga diselesaikan dengan datangnya kawan baru secara kebetulan. Dibuka perdana dengan 5 buah PC client, Mimo pun operasional. Hasilnya cukup menggembirakan dan membuat rasa optimistis terus tumbuh. Walaupun tetangga sebelah rumah terlebih dahulu membuka warnet, sehingga kompetisi head to head jelas akan terjadi. Namun penulis menyadari sejak awal, untuk menghindari hal tersebut maka spesifikasi PC client dibuat lebih tinggi sehingga ready for gaming. Keputusan ini ternyata menciptakan diferensiasi sendiri. Konsumen pun terbagi jelas dan head to head competition pun tidak terjadi secara kentara dengan tetangga, hal ini sangat baik buat kami.
Tidak ada jalan yang tidak berkerikil dalam berbisnis, begitu pun yang terjadi dengan perjalanan Mimo. Krisis PLN membuat listrik menjadi byar pet membuat operasional Mimo tidak optimal. Keinginan untuk membeli generator dengan daya besar sempat terlintas untuk diwujudkan. Namun mengingat biaya investasi yang cukup besar, mengurungkan niat tersebut. Syukurnya masalah byar pet ini seiring waktu terus menunjukkan tren positif. Bencana banjir benar-benar menjadi tsunami buat Mimo, walau tidak separah di Aceh dan Situ Gintung tentunya. Namun cukup menguji Mimo dalam bertahan. Benar-benar berantakan, banyak perangkat yang terendam air. Kerusakan beberapa perangkat tidak dapat dihindarkan, energi pun siap dikorbankan untuk urusan kemas berkemas. Tidak hanya sekali terjadi tamu tak diundang ini datang dalam setahun untuk menguji. Tetapi dengan kebersamaan dan sikap mental positif, Mimo bisa terus beroperasi walau banyak kerusakan terjadi disana-sini. Anggaplah banjir tadi menjadi jadwal maintenance besar-besaran buat Mimo untuk menjadi lebih baik menuju usia 1 tahun pertamanya.
Alhasil inilah Mimo saat ini dengan 10 buah PC Client beserta upgrade komponen hardware PC Client untuk kinerja yang lebih baik. Semua demi kenyaman para member dan pengunjung untuk bermain game dan berselancar di dunia maya. Dengan tag line Cepat – Hemat – Nyaman, Mimo selama setahun ini terus berusaha mewujudkannya, tentu saja dengan dukungan para member setia Mimo. Memasuki tahun kedua ini Mimo sudah memiliki rencana selain pengembangan kinerja PC Client. Mimo menginginkan hubungan yang berkelanjutan dengan para membernya, dimana Mimo tidak sekedar menjadi tempat untuk bermain game online dan berselancar di dunia maya saja. Mimo menginginkan lebih dari itu. Oleh karena itu penulis atas nama Mimo,berharap dukungan dan doanya untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Sebagaimana Max Computer melahirkan Mimo, maka tunggulah anak dari Mimo. Kita akan bersahabat dan bergembira disana dengan suasana gamer yang berpengetahuan. Akhirnya penulis mengucapkan “SELAMAT ULTAH PERTAMA MIMO”, terima kasih atas dukungannya selama ini dan selamat bergembira bersama Mimo kawan.





2 komentar:
happy bday mimo, semoga tambah rame terus, pc clientnya juga tambah terus, cepet lahirin anak deh, biar max com cepet punya cucu =))
Happy.. b'day 2 u, happy b'day 2 u, happy b'day 2 mimo, happy b'day 2 u. Mimo happy b'day. walaupun kita belum kenalan tapi aku banyak tau loch crt ttg kamu. semoga tetep maju dan tetep bertahan walau banjir menghadang :). kalo dah punya mimo junior kabarin yach.
Post a Comment