Memenuhi undangan dari AMD Indonesia Region Kalimantan, aku berangkat ke Banjarmasin (KalSel) pada tanggal 7 Mei sore hari bersama teman. Berangkat dengan tergesa-gesa diantara kesibukan pekerjaan harian, Piala Champion dan CrazyKart benar-benar membuat persiapan perjalanan menjadi grasak-grusuk.
Ditemani seorang teman AMD Mania kami berangkat, diawali dengan menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan kapal motor sederhana menuju terminal bus. Dari terminal kami berangkat sekitar jam 5 sore menuju Balikpapan yg memakan waktu sekitar 2 jam. Kemudian kami menunggu kapal fery penyeberangan dari Balikpapan ke Penajam ( Paser Utara ). Sewaktu diatas kapal ini gua sempat online bentar dan say hi ke GX.
Asyik juga online diatas kapal sembari menikmati pemandangan tenangnya laut dimalam hari. Kelap-kelip lampu-lampu didaratan sambil disela-sela angin laut malam adalah paduan suasana romantis sekaligus tragis pada akhirnya, kenapa?
Karena saking asyiknya diatas kapal dan kemudian sang teman perjalanan sibuk membuat dokumentasi perjalanan kami (baca : berfoto ria), kami lupa harus bersegera kembali ke bus. Saat kami terburu-buru kembali ke bus, bagian lantai dasar kapal sudah disesaki truk-truk besar dan kendaraan lain yang sudah tidak sabar untuk segera melompat dari kapal fery ini. Dengan tas ransel dipunggung, kami kesulitan menuju bus kami, karena jarak mobil-mobil tersebut sangat rapat. Akhirnya kami menunggu didekat tangga kapal sembari membiarkan mobil-mobil tersebut lewat dan keluar dari badan kapal.
Setelah itu kami pun berlari-lari kecil menuju bus kami. Tapi...hey, mana itu dia bus, tidak terlihat didepan kami satu bus pun. Kami terus berjalan menyusuri pelabuhan hingga menuju pelataran parkir, sama sekali tidak ada bus. WTF...bus tersebut meninggalkan kami, didaerah yang asing buat kami berdua dan pada jam 11 malam yg sangat sepi. Seketika kepanikan pun melanda kami. Seakan tidak percaya, kami terus berjalan dengan harapan bus tersebut ada didepan jalan. Teman seperjalanan pun berusaha menelpon armada bus tsb, tetapi tidak ada yg mengangkat telpon. Akhirnya aku pun mengajak untuk kembali ke pelabuhan, dengan harapan ada bus dari penyeberangan selanjutnya. Bayangan jadi gembel semalam pun sempat melintas. Toleh kiri-kanan tidak ada terlihat penginapan or something, alamat tidur dipelabuhan ini pikirku. Kami menanyakan di pos penjaga pelabuhan apakah ada bus lagi, pihak penjaga memberikan jawaban yg membuat kami pesimis. Akhirnya kami pun menunggu di pos penjaga tersebut. Tetapi angin optimis kembali berhembus, saat ada tukang ojek yg menghampiri kami dan menawarkan jasa mengejar bus tersebut. Tukang ojek tersebut memberitahukan bahwa biasanya bus tersebut akan berhenti di daerah Pal 3 (Kilo 3) untuk beristirahat sejenak. Syukurnya si Tukang ojek tidak memungut tarif "jasa luar biasa" untuk misi pengejaran tersebut. Bersama teman sesama tukang ojek, kami pun mengejar bus tersebut.
Tiba di pal 3...LEGAAAAAAAA...bus tersebut dengan anggunnya parkir disebuah rumah makan sederhana. Beberapa penumpang yg melihat kami datang, baru sadar kalau kami tertinggal. Mereka bertanya, "pada kemana mas?" kujawab sekenanya "lagi jalan-jalan dikapal" setelah kami makan, kami pun bergegas masuk kembali kedalam bus. Sejenak didalam bus itu serasa sangat nyaman (padahal bus itu jauh dari rasa nyaman). Sebagai gambaran, bus ini berkapasitas sekitar 60 kursi penumpang dan terisi penuh, space tempat duduk sangat sempit, sehingga sangat berdesakan dengan barang bawaan sendiri, full AC dan full musik. Khusus full music ini, music sangat berdentum kencang sepanjang perjalanan, mulai dari house music, dangdut, dangdut remix, house remix, rhoma irama hingga rhoma irama remix...mp3 yg kubawa dan kucoba pasang dikuping, lagu-lagu instrumen Joe Satriani dan suara sexy Mulan Jameela pun terasa remix dikuping gara-gara sound bus tersebut. Benar-benar full hingga jam 4 pagi diperjalanan saat semua penumpang terlelap, musik remix pun tiada henti me-remix suasana. Mantap gan...alias bikin puyeng. Total lama perjalanan yang kutempuh adalah 18 Jam dengan 4 kali berhenti untuk beristirahat sejenak. Mantap bukan...
Hari Pertama
Hari pertama aku bersama saudara Roni (Perwakilan AMD) mengunjungi Benny Lodewijck (BL) di hotel Rattan In. Hotel ini kebetulan sangat dekat dengan lokasi dimana aku tinggal selama acara ini. Setelah bertemu, berkenalan dan bertegur sapa dgn BL, aku diperlihatkan persenjataan yg akan digunakan dalam acara nanti. Persenjataan tersebut adalah :
- AMD Phenom II X4 995 Black Edition (3.2 Ghz)
- AMD Phenom II X3 720 Black Edition (2.8 Ghz)
- Gigabyte Chipset 790FX AM3+ (2 unit)
- Team DDR3 2000Mhz (SEC) 2 x 1GB
- OCZ DDR3 Platinum Series 2 X 1GB (cadangan)
- Force3D HD4890 1GB (2 unit) ~ CF
- ENERMAX Revolution 85+ 1050W (buka bungkus)
- SSD G-Skill 128GB (2 unit)
- Cointainer (Bong) LN2
- Thermal paste, insulation paste, toilet tissu, dan beberapa perekat.
Setelah dicek, BL membutuhkan converter colokan PSU dan lilin mainan untuk kebutuhan insulasi mobo. Untuk itu kami berdua pun segera mencari 2 barang tsb. Mencari converter sangatlah mudah dan ternyata mencari lilin mainan yg 1 warna satu batang sangatlah susah. Berputar-putar diteriknya matahari, keluar masuk toko mainan anak-anak, toko alat tulis...hasilnya nihil. Akhirnya kami menemukan lilin mainan ini disebuh toko boneka.

Saat kami berkumpul di Duta Mall tempat acara berlangsung, kami berkumpul di booth Gigabyte. Perlu diketahui acara NIX 2009 ini adalah acara pameran komputer, jadi berbagai perwakilan vendor hadir diacara ini, seperti Toshiba, Forsa, ASUS, Acer dan berbagai vendor h/w lainnya. Acara sangat berlangsung meriah. Space yang akan kami gunakan sebelumnya digunakan sebagai tempat kompetisi game online DOTA. Sembari menunggu semi final DOTA selesai, aku bersama BL dan saudara Faisal (salah seorang OCers Kalsel kawakan, pernah menjuarai kompetisi OC di Surabaya) menyiapkan mobo Gigabyte dengan insulasinya. Pada proses insulasi inilah, lilin mainan yang setengah mati aku cari tadi dipakai.
Insulasi ini selain memakai lilin mainan tadi juga sebelumnya menggunakan pasta insulasi, tisu toilet dan beberapa perekat. Perlu diketahui proses insulasi ini bertujuan agar saat Nitrogen cair (LN2) digunakan serta terjadi Kondensasi (pengembunan), air tidak akan men-short komponen pada mobo. Setelah itu cointainer atau bong dipasang. Pada bong tersebut diselipkan sensor suhu thermometer digital. Setelah beberapa saat, mobo pun siap...
Pada booth yg disediakan aku dan tim OC Kalsel menyiapkan peralatan yg dibutuhkan serta menuang LN2 ke thermos yg berukuran lebih kecil supaya mudah menuangkannya kedalam bong. Pada saat proses instalasi selesai, kendala pertama yg ditemui adalah lonjakan listrik di Mall. Beberapa kali PSU Enermax Revolution yg digunakan menolak untuk beroperasi karena hal tsb. PSU ini benar-benar sensitif dgn lonjakan listrik. Karena waktu semakin mepet, akhirnya BL memutuskan untuk mendemonstrasikan OC dengan Fan + heatsink standard dulu. PSU yang digunakan adalah Gigabyte 800W.
Acara dimulai...
Acara dimulai dengan sambutan pihak penyelenggara NIX dan perwakilan pihak AMD. Memasuki acara utama, BL langsung mendemonstrasikan easy OC Phenom X3 720 dengan fan + heatsink standard. Dari clock 2.8 Ghz, BL menggenjotnya stabil di clock 3.8 Ghz.
Sesi 2 dimulai dengan menggunakan LN2. Untungnya setelah utak atik sana sini, serta menggunakan sebuah stavolt motor, PSU Enermax Revolution memberikan lampu hijau, bahwa sistem bisa ON. Maka LN2 pun dituangkan ke bong supaya suhu minus segera terjadi. Konfigurasi CrossFire HD4890 pun digunakan pada sesi ini. Suhu ekstrim yg bisa dicapai saat itu adalah pada kisaran minus 165-an derajat celsius. Setelah beberapa tahap OC, Phenom II X4 995 BE yg default berjalan pada clock 3.2 Ghz mampu diajak berlari stabil pada 6.2 Ghz. Sebenarnya pada sesi terakhir mampu menginjak di clock 6.3 Ghz, sayangnya pada saat validasi CPU-Z terjadi corrupt. Karena keterbatasan waktu, utility yg digunakan SuperP1 dan 3DMark 05, 06 dan Vantage.
Sebenarnya BL mengejar clock stabil pada 6.5 Ghz untuk memecahkan rekor, sayangnya kualitas LN2 yg kami dapatkan kurang memadai untuk mencapai hal tsb. Hal ini dikarenakan suhu LN2 yg diharapkan mampu mencapai minus 180-an derajat celsius, kenyataannya hanya pada kisaran -165-an. BL berharap hari ke-2 bisa mencapai hal tsb.
Ditemani seorang teman AMD Mania kami berangkat, diawali dengan menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan kapal motor sederhana menuju terminal bus. Dari terminal kami berangkat sekitar jam 5 sore menuju Balikpapan yg memakan waktu sekitar 2 jam. Kemudian kami menunggu kapal fery penyeberangan dari Balikpapan ke Penajam ( Paser Utara ). Sewaktu diatas kapal ini gua sempat online bentar dan say hi ke GX.
Asyik juga online diatas kapal sembari menikmati pemandangan tenangnya laut dimalam hari. Kelap-kelip lampu-lampu didaratan sambil disela-sela angin laut malam adalah paduan suasana romantis sekaligus tragis pada akhirnya, kenapa?
Karena saking asyiknya diatas kapal dan kemudian sang teman perjalanan sibuk membuat dokumentasi perjalanan kami (baca : berfoto ria), kami lupa harus bersegera kembali ke bus. Saat kami terburu-buru kembali ke bus, bagian lantai dasar kapal sudah disesaki truk-truk besar dan kendaraan lain yang sudah tidak sabar untuk segera melompat dari kapal fery ini. Dengan tas ransel dipunggung, kami kesulitan menuju bus kami, karena jarak mobil-mobil tersebut sangat rapat. Akhirnya kami menunggu didekat tangga kapal sembari membiarkan mobil-mobil tersebut lewat dan keluar dari badan kapal.
Setelah itu kami pun berlari-lari kecil menuju bus kami. Tapi...hey, mana itu dia bus, tidak terlihat didepan kami satu bus pun. Kami terus berjalan menyusuri pelabuhan hingga menuju pelataran parkir, sama sekali tidak ada bus. WTF...bus tersebut meninggalkan kami, didaerah yang asing buat kami berdua dan pada jam 11 malam yg sangat sepi. Seketika kepanikan pun melanda kami. Seakan tidak percaya, kami terus berjalan dengan harapan bus tersebut ada didepan jalan. Teman seperjalanan pun berusaha menelpon armada bus tsb, tetapi tidak ada yg mengangkat telpon. Akhirnya aku pun mengajak untuk kembali ke pelabuhan, dengan harapan ada bus dari penyeberangan selanjutnya. Bayangan jadi gembel semalam pun sempat melintas. Toleh kiri-kanan tidak ada terlihat penginapan or something, alamat tidur dipelabuhan ini pikirku. Kami menanyakan di pos penjaga pelabuhan apakah ada bus lagi, pihak penjaga memberikan jawaban yg membuat kami pesimis. Akhirnya kami pun menunggu di pos penjaga tersebut. Tetapi angin optimis kembali berhembus, saat ada tukang ojek yg menghampiri kami dan menawarkan jasa mengejar bus tersebut. Tukang ojek tersebut memberitahukan bahwa biasanya bus tersebut akan berhenti di daerah Pal 3 (Kilo 3) untuk beristirahat sejenak. Syukurnya si Tukang ojek tidak memungut tarif "jasa luar biasa" untuk misi pengejaran tersebut. Bersama teman sesama tukang ojek, kami pun mengejar bus tersebut.
Tiba di pal 3...LEGAAAAAAAA...bus tersebut dengan anggunnya parkir disebuah rumah makan sederhana. Beberapa penumpang yg melihat kami datang, baru sadar kalau kami tertinggal. Mereka bertanya, "pada kemana mas?" kujawab sekenanya "lagi jalan-jalan dikapal" setelah kami makan, kami pun bergegas masuk kembali kedalam bus. Sejenak didalam bus itu serasa sangat nyaman (padahal bus itu jauh dari rasa nyaman). Sebagai gambaran, bus ini berkapasitas sekitar 60 kursi penumpang dan terisi penuh, space tempat duduk sangat sempit, sehingga sangat berdesakan dengan barang bawaan sendiri, full AC dan full musik. Khusus full music ini, music sangat berdentum kencang sepanjang perjalanan, mulai dari house music, dangdut, dangdut remix, house remix, rhoma irama hingga rhoma irama remix...mp3 yg kubawa dan kucoba pasang dikuping, lagu-lagu instrumen Joe Satriani dan suara sexy Mulan Jameela pun terasa remix dikuping gara-gara sound bus tersebut. Benar-benar full hingga jam 4 pagi diperjalanan saat semua penumpang terlelap, musik remix pun tiada henti me-remix suasana. Mantap gan...alias bikin puyeng. Total lama perjalanan yang kutempuh adalah 18 Jam dengan 4 kali berhenti untuk beristirahat sejenak. Mantap bukan...
Hari Pertama
Hari pertama aku bersama saudara Roni (Perwakilan AMD) mengunjungi Benny Lodewijck (BL) di hotel Rattan In. Hotel ini kebetulan sangat dekat dengan lokasi dimana aku tinggal selama acara ini. Setelah bertemu, berkenalan dan bertegur sapa dgn BL, aku diperlihatkan persenjataan yg akan digunakan dalam acara nanti. Persenjataan tersebut adalah :
- AMD Phenom II X4 995 Black Edition (3.2 Ghz)
- AMD Phenom II X3 720 Black Edition (2.8 Ghz)
- Gigabyte Chipset 790FX AM3+ (2 unit)
- Team DDR3 2000Mhz (SEC) 2 x 1GB
- OCZ DDR3 Platinum Series 2 X 1GB (cadangan)
- Force3D HD4890 1GB (2 unit) ~ CF
- ENERMAX Revolution 85+ 1050W (buka bungkus)
- SSD G-Skill 128GB (2 unit)
- Cointainer (Bong) LN2
- Thermal paste, insulation paste, toilet tissu, dan beberapa perekat.
Setelah dicek, BL membutuhkan converter colokan PSU dan lilin mainan untuk kebutuhan insulasi mobo. Untuk itu kami berdua pun segera mencari 2 barang tsb. Mencari converter sangatlah mudah dan ternyata mencari lilin mainan yg 1 warna satu batang sangatlah susah. Berputar-putar diteriknya matahari, keluar masuk toko mainan anak-anak, toko alat tulis...hasilnya nihil. Akhirnya kami menemukan lilin mainan ini disebuh toko boneka.
Saat kami berkumpul di Duta Mall tempat acara berlangsung, kami berkumpul di booth Gigabyte. Perlu diketahui acara NIX 2009 ini adalah acara pameran komputer, jadi berbagai perwakilan vendor hadir diacara ini, seperti Toshiba, Forsa, ASUS, Acer dan berbagai vendor h/w lainnya. Acara sangat berlangsung meriah. Space yang akan kami gunakan sebelumnya digunakan sebagai tempat kompetisi game online DOTA. Sembari menunggu semi final DOTA selesai, aku bersama BL dan saudara Faisal (salah seorang OCers Kalsel kawakan, pernah menjuarai kompetisi OC di Surabaya) menyiapkan mobo Gigabyte dengan insulasinya. Pada proses insulasi inilah, lilin mainan yang setengah mati aku cari tadi dipakai.
Insulasi ini selain memakai lilin mainan tadi juga sebelumnya menggunakan pasta insulasi, tisu toilet dan beberapa perekat. Perlu diketahui proses insulasi ini bertujuan agar saat Nitrogen cair (LN2) digunakan serta terjadi Kondensasi (pengembunan), air tidak akan men-short komponen pada mobo. Setelah itu cointainer atau bong dipasang. Pada bong tersebut diselipkan sensor suhu thermometer digital. Setelah beberapa saat, mobo pun siap...
Pada booth yg disediakan aku dan tim OC Kalsel menyiapkan peralatan yg dibutuhkan serta menuang LN2 ke thermos yg berukuran lebih kecil supaya mudah menuangkannya kedalam bong. Pada saat proses instalasi selesai, kendala pertama yg ditemui adalah lonjakan listrik di Mall. Beberapa kali PSU Enermax Revolution yg digunakan menolak untuk beroperasi karena hal tsb. PSU ini benar-benar sensitif dgn lonjakan listrik. Karena waktu semakin mepet, akhirnya BL memutuskan untuk mendemonstrasikan OC dengan Fan + heatsink standard dulu. PSU yang digunakan adalah Gigabyte 800W.
Acara dimulai...
Acara dimulai dengan sambutan pihak penyelenggara NIX dan perwakilan pihak AMD. Memasuki acara utama, BL langsung mendemonstrasikan easy OC Phenom X3 720 dengan fan + heatsink standard. Dari clock 2.8 Ghz, BL menggenjotnya stabil di clock 3.8 Ghz.
Sesi 2 dimulai dengan menggunakan LN2. Untungnya setelah utak atik sana sini, serta menggunakan sebuah stavolt motor, PSU Enermax Revolution memberikan lampu hijau, bahwa sistem bisa ON. Maka LN2 pun dituangkan ke bong supaya suhu minus segera terjadi. Konfigurasi CrossFire HD4890 pun digunakan pada sesi ini. Suhu ekstrim yg bisa dicapai saat itu adalah pada kisaran minus 165-an derajat celsius. Setelah beberapa tahap OC, Phenom II X4 995 BE yg default berjalan pada clock 3.2 Ghz mampu diajak berlari stabil pada 6.2 Ghz. Sebenarnya pada sesi terakhir mampu menginjak di clock 6.3 Ghz, sayangnya pada saat validasi CPU-Z terjadi corrupt. Karena keterbatasan waktu, utility yg digunakan SuperP1 dan 3DMark 05, 06 dan Vantage.
Sebenarnya BL mengejar clock stabil pada 6.5 Ghz untuk memecahkan rekor, sayangnya kualitas LN2 yg kami dapatkan kurang memadai untuk mencapai hal tsb. Hal ini dikarenakan suhu LN2 yg diharapkan mampu mencapai minus 180-an derajat celsius, kenyataannya hanya pada kisaran -165-an. BL berharap hari ke-2 bisa mencapai hal tsb.
Bersambung...





2 komentar:
Waa... Keren...
Bz liat fto2 dokumentasix kh mas?
boleh aj, silahkan datang ke Max :D
Post a Comment